PROBETESPROBETES
Edukasi

Cukup jalan

Jalan kaki saja tidak cukup cegah sarcopenia dan risiko jatuh. Lansia butuh latihan beban bertahap untuk otot paha yang kuat. Jangan tunggu ringkih!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 27 Agustus 2026
Cukup jalan

Apakah bapak ibu pernah dengar seorang lansia meninggal karena terpeleset di kamar mandi? Kasus ini cukup sering terjadi. Seorang lansia yg jalannya sudah ringkih, pergi ke kamar mandi untuk menunaikan hajatnya. Tapi sayang seribu sayang, hajat tak tertunai. Karena ajal keburu datang. Kasus ini saking seringnya terjadi sampai mertua saya juga dapat kabar temannya mendapat nasib yg sama.

Di salah satu video milik dr. Tirta, beliau juga cerita, kasus lansia terpeleset dan meninggal ini disebabkan karena orang tua tersebut tidak punya cukup otot di kaki, khususnya paha.Bayangkan, begitu terpeleset, tulang femur atau pinggul itu langsung patah. Kenapa? Karena nggak ada lagi "bantal" otot yang melindungi. Kejadian ini bakal berujung panjang: mulai dari pendarahan hebat, syok, meja operasi, sampai bed rest berbulan-bulan. Selama terbaring itu, otot makin "say goodbye", muncul komplikasi penggumpalan darah atau infeksi paru-paru, dan akhirnya... lewat.

Kenapa otot paha lansia sangat kecil? Seperti yang sama-sama kita tahu. Jawabannya tentu saja sarcopenia. Penyusutan massa otot yang terjadi sejak umur 30an. Bagi perempuan laju sarcopenia akan semakin cepat seiring dengan masuk pre-menopause.

Turunnya massa otot adalah bencana. Berlaku umum bagi siapapun. Karena otot adalah kunci metabolisme. Diabetes dan hipertensi adalah salah satu masalah yg terjadi akibat sarcopenia. Sementara massa otot turun makan masih sama. Diabetes enters group chat.

Sementara otot secara alami dan perlahan say goodbye di tubuh kita. Banyak orang meyakini semakin bertambah usia maka olahraga semakin tidak boleh berat. Banyak juga dokter dan tenaga kesehatan yang menyarankan begitu.

“Nggak usah neko-neko, jalan kaki aja setiap hari”

Nasehat ini bagus. Masalahnya nggak bisa berlaku untuk semua orang. Lebih jauh lagi, saya bilang, hanya jalan kaki atau jalan cepat, itu nggak cukup.

Alasannya kembali ke kasus kepeleset dan mati di kamar mandi. Otot ga bisa bertambah hanya dengan exercise cardio seperti jalan kaki. Bagi yang overweight dan tidak punya otot paha, jalan kaki setiap hari justru bisa memperparah kondisi OA (pengapuran sendi) di lutut. Kenapa? Karena tanpa otot paha yang kuat sebagai 'shock absorber', seluruh berat badan akan langsung menghantam tulang rawan lutut. Itulah kenapa leg day walau hanya sekedar pake dumbell 1-2 kg sama pentingnya dengan jalan kaki.

Tentu lansia emang ga bisa olahraga berat. Catatannya jangankan lansia, remaja juga ga bisa. Kalau mendadak. Semua butuh proses. Tapi bukan berarti ga bisa berat. Berat itu bisa, tapi bertahap. Lansia bisa nggak deadlift angkat barbell 100kg? Tentu nggak bisa, kalau langsung.

Kalau lansia, katakanlah umur 60 tahun, baru mulai olahraga beban. Pertama mulai kemungkinan besar ngangkat 100kg nggak akan kuat. Tapi kalau angkat 1-5kg pasti lah kuat. Tapi kalau konsisten, sepekan 3x latihan, jalan terus selama 5 tahun. Saya yakin nggak sampai 5 tahun pun kuat angkat 100kg.

Olahraga berat memang ga bisa langsung, tapi kalau dikejar bertahap ya tetap bisa. Lagi-lagi nggak ada yang mungkin. Kecuali jadi tuhan. Lansia angkat barbel dengan beban 100kg? Sangat bisa, kalau mau.

Untuk mencapai remisi, anda perlu otot. Ingat, regulasi gula darah butuh 3 variabel organ yg berjalan dengan sehat. Pertama Otot, kedua liver, ketiga pankreas. Jalan kaki membantu, tapi nggak cukup. Tapi saya nggak memaksa, karena semua orang punya persepsi masing-masing. Tapi kalau anda mau cukup kuat untuk sering jalan-jalan sama cucu, maka sekali lagi.

Jalan kaki nggak cukup.

Rahman - Coach Gula Darah dari Probetes

Mau lepas ketergantungan obat kimia dan mau segera remisi diabetes?

Produk diformulasikan khusus untuk mendukung pola hidup sehat dan menstabilkan gula darah.

Lihat Produk PROBETES

Artikel Terkait

Opportunity Hard Edukasi

Opportunity Hard

Hidup adalah pilihan. Memilih remisi berarti siap mengambil jalan sulit demi kesehatan masa depan. Apa pilihan Anda hari ini?

Foto Coach RahmanCoach Rahman 2 September 2026
Baca Selengkapnya
Ranking Gula Edukasi

Ranking Gula

Gula darah tinggi bukan sekadar angka, tapi efek domino metabolisme. Ingin tahu cara menurunkannya? Yuk, pelajari strategi remisi di sini!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 2 September 2026
Baca Selengkapnya
Usaha Tidur Edukasi

Usaha Tidur

Tidur adalah kunci metabolisme & remisi diabetes. Tanpa tidur optimal, progress kesehatan bisa terhambat. Yuk, cek kualitas tidur Anda!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 2 September 2026
Baca Selengkapnya
Potong Daging Edukasi

Potong Daging

Diabetes bisa berisiko amputasi. Jangan lengah meski sudah merasa sehat; terus disiplin gaya hidup sehat agar tetap bisa beraktivitas dengan utuh!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 27 Agustus 2026
Baca Selengkapnya