Opportunity Hard
Hidup adalah pilihan. Memilih remisi berarti siap mengambil jalan sulit demi kesehatan masa depan. Apa pilihan Anda hari ini?

Dalam ilmu ekonomi ada yang namanya opportunity cost. Saya yakin bapak ibu sudah pernah mendengarnya sekali dalam seumur hidup. Biar kita dalam satu framework berpikir yang sama, izinkan saya menjelaskan secara sederhana.
Opportunity cost adalah biaya atas suatu kesempatan yang hilang karena kita mengambil satu pilihan atas kesempatan lain. Kalau misalnya sore hari kita lari 5km, maka kita kehilangan waktu kurang lebih 30-60 menit untuk mengerjakan hal lain. Misalnya kerja, gym, baca buku, nongkrong di cafe, main sama anak/cucu, masak, dan lain-lain.
Opportunity cost ini akan selalu kita hadapi karena hidup manusia terus berjalan dengan waktu. Konsep waktu membuat hidup kita tidak pernah berhenti atau stagnan. Tidak ada yang namanya masa depan dan masa lalu. Karena itu sebenarnya hanya pikiran yang mempersepsikan memori kemarin dan imajinasi esok hari. Bahkan sekarang pun tidak ada. Sekarang adalah barusan. Saat bapak ibu membaca kalimat ini. Kalimat “sekarang adalah barusan” baru saja berlalu. Lewat.
Setiap pilihan selalu punya konsekuensi. Ini adalah esensi dari opportunity cost. Makan real food memberikan nutrisi berkualitas, yang konsekuensinya bikin tubuh sehat dan tidur lebih nyenyak. Menghabiskan waktu nonton TV di rumah memberikan konsekuensi keintiman dengan keluarga atau pasangan. Memilih makan di restoran mewah memang bikin lidah senang, dopamin meledak, dan Anda bebas repot memasak. Tapi, tentu ada harga kesehatan atau finansial yang harus dibayar.
Kalau sekarang kita punya HbA1c tinggi, GDP 200an. Itu juga konsekuensi. Konsekuensi dari pilihan-pilihan hidup kita di masa lalu. Nggak pernah olahraga karena sibuk kerja. Mungkin pekerjaan tuntas dan karir anda tinggi. Tapi di balik itu otot anda susut seiring usia (sarcopenia). Makan nasi goreng keliling jam 9 malam mungkin menyenangkan. Bisa disambi nonton bola atau main kartu sama teman/keluarga. Tapi efeknya tidur anda pasti jelek, kortisol tinggi, bangun pagi rasanya capek dan lapar berat.
Menjalani program remisi itu tidak mudah dan butuh waktu. Kalau cepat dan gampang, nggak ada itu orang komplikasi gagal ginjal stroke dan serangan jantung. Di tengah tuntutan kerja yang stressful, lelahnya commuting dari rumah ke kantor setiap pagi dan sore. Kerja Shift malam yang bikin tidur nggak teratur. Belum bicara konflik domestik yang tidak pernah sederhana untuk diselesaikan.
Ya hidup itu memang susah susah gampang. Maksudnya, ada banyak pilihan hidup yang sulit dijalani, tapi justru bikin hidup jadi gampang. Sementara pilihan mudah bisa membawa kita ke kehidupan yang sulit. Tidak absolut, tapi kebanyakan begitu.
Stop makan gorengan di tengah snack rapat yang pasti isinya gorengan jelas tidak mudah. Ke warung atau mini market, snack isinya tepung digoreng. Ke luar kantor ketemu jajanan kaki lima gorengan lagi. Pergi ke rumah makan, menunya tepung digoreng lagi. Mau warteg merakyat atau restoran mahal tepung digoreng hampir pasti ada.
Emang gampang menghindari tepung digoreng? Nggak mudah. Realistis? Mungkin nggak. Tapi pilihan sulit ini harus diambil diabetesi, kalau benar-benar mau remisi. Jangankan agar remisi, mempertahankan remisi aja tetep harus menghindari tepung digoreng. Apalagi yang HbA1c-nya masih tinggi.
Efeknya kalau mau menghindar, ya harus menahan diri (dan air liur, hehe) apalagi kalau lagi kepengen. Mungkin harus strategis dengan bawa pengganti snack seperti kacang almond atau sereal amandia. Mungkin juga harus menahan lapar karena ga ada pilihan dan ga sempet bawa bekal. Kalo gitu minum air putih aja yg banyak, buat nahan craving tanpa harus makan tepung digoreng.
Waktu tetap berjalan dan kita selalu punya pilihan. Kalau mau sehat di masa depan, tentu kita harus mengambil pilihan sulit yang mungkin terasa tidak populer. Remisi atau komplikasi bukan cuma konsekuensi. Tapi pilihan sadar kita hari ini dan detik ini.
Rahman - Coach Gula Darah dari Probetes
Mau lepas ketergantungan obat kimia dan mau segera remisi diabetes?
Produk diformulasikan khusus untuk mendukung pola hidup sehat dan menstabilkan gula darah.
Artikel Terkait
EdukasiRanking Gula
Gula darah tinggi bukan sekadar angka, tapi efek domino metabolisme. Ingin tahu cara menurunkannya? Yuk, pelajari strategi remisi di sini!
EdukasiUsaha Tidur
Tidur adalah kunci metabolisme & remisi diabetes. Tanpa tidur optimal, progress kesehatan bisa terhambat. Yuk, cek kualitas tidur Anda!
EdukasiPotong Daging
Diabetes bisa berisiko amputasi. Jangan lengah meski sudah merasa sehat; terus disiplin gaya hidup sehat agar tetap bisa beraktivitas dengan utuh!
EdukasiMakan Aman
Rayakan Idul Adha dengan aman! Fokus makan daging tanpa kecap/gula. Gunakan rempah alami dan cukupi hidrasi agar tetap sehat serta gula darah stabil.