PROBETESPROBETES
Edukasi

Ranking Gula

Gula darah tinggi bukan sekadar angka, tapi efek domino metabolisme. Ingin tahu cara menurunkannya? Yuk, pelajari strategi remisi di sini!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 2 September 2026
Ranking Gula

Dua puluh sampai tiga puluh tahun lalu saya pertama kali dapat ranking di sekolah. Saya ingat dulu saya ranking sepuluh (10). Dulu rasanya kayak keren banget tuh. “Wah Hebat, sekarang ranking 10. Ayo dinaikin lagi ranking-nya besok.” Begitu kira-kira motivasi orang-orang di sekitar saya. Anak SD yang untuk pertama kalinya dapet ranking diberi pujian dan motivasi. Tentu sebagai anak SD yang normal, saya tersenyum dan dan mengiyakan.

Akan tetapi, kalau diingat-ingat lagi saat kita bicara naikin ranking. Itu gimana caranya? Saya ga tahu. Karena seperti kebanyakan sistem ranking, ada banyak angka-angka yang bermain. Begitu juga assessment kualitatif dari guru. Jadi meningkatkan nilai ranking, mungkin itu menyenangkan didengar, tapi tidak sederhana kalau kita mau breakdown. Most of the time, bahkan kita nggak tahu kenapa kita dapat ranking tersebut. Apa indikator kuantitatif dan kualitatif yang menyebabkan ranking tersebut.

Rajin belajar. Itu mungkin jawaban. Tapi rajin belajar itu apa? Baca buku setiap malam? Buku apa yang dibaca? Ikut bimbel tiap sore? Mencatat pelajaran selama guru mengajar. Bisa iya semua, bisa salah satu. Intinya nggak simpel. Dan itu cuma ranking sekolah.

Gimana kalau gula darah?

Untuk gula darah, umumnya kita cek gula darah pakai glukometer, CGM (Continuous Glucose Monitor), dan tes lab Hba1c. Dari sana kita bisa tahu angka-angka yang menunjukkan sesuatu. Misalnya diabetes parah, prediabetes, remisi, gula darah normal, dawn phenomenon, dan masih banyak lagi.

Ya sebenarnya semua kuantifikasi gula darah itu ya ranking juga. Fungsinya menyederhanakan cara agar kita bisa membaca kondisi tubuh khususnya gula darah. Relasi dengan indikator lain, misal tensi, trigliserida, HDL, LDL, EGFR akan menunjukan gambaran lebih lengkap.

Masalahnya muncul ketika kita mulai bertanya, “Gdp dan HbA1c saya tinggi, gimana cara nuruninnya?”

That’s one million dollar question. Karena semua orang diabetes bertanya dan ingin tahu jawabannya.

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya bisa menjawab dengan dua cara. Pertama cara yang simpel tapi tidak menjawab. Kedua menjawab dengan benar, tapi panjang, tidak terlalu mudah dipahami, dan malah menimbulkan pertanyaan berikutnya. Karena gula darah tinggi itu adalah efek domino dari banyak proses metabolisme yang tidak normal.

Jawaban malas yang simpel tapi tidak menjawab: “Gimana cara nurunin GDP dan HbA1c?” “Makan aja yang bagus, sering olahraga, jangan stress. Nanti turun sendiri”

Enak banget emang jawab kayak gini, hehe.

Jawaban Panjang yang menjawab gimana? Lah ini juga rumit, body tulisan ini nggak cukup untuk menjelaskan secara menyeluruh. Tapi oke kita coba persingkat.

“Gimana cara nurunin GDP dan HbA1c?”

Kalau gula darah puasa > 126 dan HbA1c > 6.5 itu tanda kita sudah positif diabetes melitus tipe 2. Kondisi ini terjadi karena pankreas gagal mengeluarkan insulin secara normal yang mengakibatkan glukosa jadi tinggi di pembuluh darah. Kenapa pankreas tidak mengeluarkan insulin secara cukup? Umumnya kondisi ini terjadi karena pada fungsi pankreas menurun.

Fungsi pankreas menurun umumnya disebabkan oleh resistensi insulin dan tingginya visceral fat pada tubuh. Dua hal itu saling menguatkan satu sama lain seperti lingkaran setan. Resistensi insulin disebabkan oleh gaya hidup modern yang kita jalani sehari-hari. Makan tinggi gula, tinggi tepung digoreng, tinggi glikasi, sering begadang, jarang makan sayur, takut dan sedikit makan protein, stress tinggi dari kerja, jalan, dan atau konflik domestik, lalu jarang berolahraga.

Gaya hidup yang jelek ini memicu efek domino. Mulanya, profil lemak darah jadi rusak. Glukosa yang tinggi memaksa pankreas memproduksi insulin gila-gilaan (overcapacity). Karena insulin selalu tinggi, tubuh jadi mode 'menimbun lemak' terus-menerus. Tumpukan lemak dan insulin tinggi ini lama-lama membuat pembuluh darah kaku (tensi naik) dan asam urat menumpuk. Inilah yang kita sebut Resistensi Insulin.

Jika dibiarkan menahun, pankreas akhirnya burnout dan kelelahan. Produksi insulin yang tadinya berlebih malah jadi anjlok. Akibatnya? 'Rem' untuk menahan produksi gula dari liver jadi blong, lalu terjadilah Dawn Phenomenon (gula darah pagi melonjak) setiap hari. Di titik kritis itulah, saat dicek, gula darah puasa dan HbA1c Anda mendapat 'ranking' tinggi.

Saat itulah kita punya gula darah puasa tinggi dan Hba1c tinggi.

Sekarang kalau ditanya, gimana cara gula darah puasa agar turun? Biar ranking gula jadi bagus lagi.

Kalau boleh kasih jawaban simpel, ya jalani program remisi Probetes.

Gimana pakem lengkapnya? Harus minum herbal apa? Olahraga gimana? Makannya gimana? Jadi banyak pertanyaannya kan. Dibaca aja bukunya, nonton rekaman webinar “Menuju Remisi Diabetes”.

Japri atau tanya di grup kalau bingung. Coach gimana cara nurunin GDP? Diulang lagi pertanyannya, hehe

Rahman Coach Gula Darah Dari Probetes

Mau lepas ketergantungan obat kimia dan mau segera remisi diabetes?

Produk diformulasikan khusus untuk mendukung pola hidup sehat dan menstabilkan gula darah.

Lihat Produk PROBETES

Artikel Terkait

Opportunity Hard Edukasi

Opportunity Hard

Hidup adalah pilihan. Memilih remisi berarti siap mengambil jalan sulit demi kesehatan masa depan. Apa pilihan Anda hari ini?

Foto Coach RahmanCoach Rahman 2 September 2026
Baca Selengkapnya
Usaha Tidur Edukasi

Usaha Tidur

Tidur adalah kunci metabolisme & remisi diabetes. Tanpa tidur optimal, progress kesehatan bisa terhambat. Yuk, cek kualitas tidur Anda!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 2 September 2026
Baca Selengkapnya
Potong Daging Edukasi

Potong Daging

Diabetes bisa berisiko amputasi. Jangan lengah meski sudah merasa sehat; terus disiplin gaya hidup sehat agar tetap bisa beraktivitas dengan utuh!

Foto Coach RahmanCoach Rahman 27 Agustus 2026
Baca Selengkapnya
Makan Aman Edukasi

Makan Aman

Rayakan Idul Adha dengan aman! Fokus makan daging tanpa kecap/gula. Gunakan rempah alami dan cukupi hidrasi agar tetap sehat serta gula darah stabil.

Foto Coach RahmanCoach Rahman 27 Agustus 2026
Baca Selengkapnya