Kolesterol instant
Kolesterol tidak naik instan, maka menurunkannya pun butuh waktu. Jangan terburu-buru; beri tubuh kesempatan untuk pulih secara alami dan konsisten.

Salah satu hal paling modern dalam kehidupan kita hari ini adalah kecepatan. Mau makan apa bisa pesan ojek-food. Mau pergi jauh, sudah ada mobil, bus, kereta, pesawat. Tinggal menyesuaikan kebutuhan dan anggaran. Perjalanan umumnya bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Bahkan pergi umroh pun perjalanan langsung tanpa transit nggak ada 12 jam sudah sampai.
Kecepatan sudah mendarah daging dalam kehidupan kita. Sehingga apapun di luar durasi kebiasaan bikin panik, sebal, dan mungkin overthinking. Termasuk mungkin jam pulang pasangan, hehe.
“Kok dia belum pulang sih?! udah jam segini”
Probetes juga menyadari, ada saja paket pengiriman yang nasibnya menggantung. Sudah ditunggu tidak datang-datang. 7 hari lewat kok progress-nya mandek di resi. Karena itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Seandainya bisa kita jewer kurirnya. Sayangnya, ada banyak hal di luar kendali. Apalagi kalau barang sudah keluar gudang dan diurus oleh pihak logistik.
Kecepatan adalah kunci dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya tubuh kita tidak didesain hanya untuk kehidupan modern. Tubuh manusia ya gitu-gitu aja dari zaman batu sampai sekarang. Dari dulu sampai sekarang kita tetep butuh makan, butuh minum, punya kebutuhan mencintai dan dicintai, bersosialisasi, dan lain-lain.
Karena itu, artinya juga jantung, liver, pankreas, usus, ginjal, tiroid, otak juga bekerja dengan cara yg sama. Ga tiba-tiba di tahun 1900an jadi ada cara baru jantung memompa darah. Jadi mekanisme tubuh kita itu ajeg tapi gaya hidup kita yg tidak sama dari waktu ke waktu.
Dulu penyebab kematian umumnya disebabkan oleh perang, bencana alam, dan pandemi virus atau bakteri. Sekarang 2 yang pertama masih, tapi penyakit berbasis virus atau bakteri itu umumnya bisa dikendalikan dalam waktu yg cukup singkat. Ilmu kesehatan kita sudah begitu maju sehingga banyak sekali virus atau bakteri yg bisa terkendali karena ada vaksin atau sekedar menjaga sanitasi.
Tapi kalau bapak ibu searching di google “penyebab kematian tertinggi indonesia/dunia” itu jawabannya, serangan jantung dan stroke. Dua penyakit yg kita sama-sama tahu, itu tidak disebabkan oleh virus dan bakteri. Kita tahu ini adalah komplikasi yang diakibatkan oleh, salah satunya, diabetes. Diabetes disebabkan oleh resistensi insulin. Resistensi insulin disebabkan oleh multi faktor gaya hidup yang tidak sehat.
Jeda waktu antara beberapa variabel tersebut biasanya butuh bertahun-tahun. Semua diawali dengan progress yang lambat. Tubuh kita itu pintar beradaptasi. Satu dua bulan makan jelek dan banyak mager tubuh bisa adaptasi. Tapi kalau durasinya 10-15 tahun, itu cerita lain. Karena itu “kaget diabet” sebenarnya kondisi adalah tubuh yg sudah dirusak 10 tahun atau lebih. Semua baik-baik saja sampai akhirnya tidak lagi.
Kita tidak sakit diabetes hanya karena minum boba setiap hari selama sebulan terakhir. Ada begitu banyak faktor yang tentu kita tidak ingat. Makan apa saja selama 10 tahun terakhir? Total berapa sesi exercise yang dilakukan? Berapa kali kurang tidur yang terjadi? Ga ada angkanya. Nggak mungkin juga diingat.
Karena itu juga, ga ada proses remisi yang cepat. Nggak ada obat diabetes yang menyembuhkan pankreas, membersihkan liver dari lemak berlebih, atau menambah otot dalam 7 atau 30 hari.
Begitu juga dengan kolesterol. Profil lipid kita jadi rusak dan tidak seimbang karena gaya hidup jelek bertahun-tahun. Tidak akan tiba-tiba membaik hanya karena baru 2-3 pekan mulai makan sehat dan olahraga.
Kita tidak tiba-tiba sakit. Kita juga nggak tiba-tiba sehat. Semua butuh waktu.
Saya sendiri waktu menyadari mencapai bisa remisi dalam waktu kurang lebih 3 bulan. Hipertensi mulai normal dan gula darah harian membaik. Rasanya seperti nggak percaya dan terharu. Ya Allah aku bikin badan sakit bertahun-tahun. Tapi tubuh ini bisa menyembuhkan dirinya sendiri hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan.
Tuhan selalu baik sama kita. Kita aja yang selalu pengen cepet sembuh. Kolesterol aja nggak naik secara instan walau makan tepung digoreng. Apalagi nurunin-nya, tidak semudah itu, Ferguso.
Rahman - Coach Gula Darah dari Probetes
Mau lepas ketergantungan obat kimia dan mau segera remisi diabetes?
Produk diformulasikan khusus untuk mendukung pola hidup sehat dan menstabilkan gula darah.
Artikel Terkait
EdukasiOpportunity Hard
Hidup adalah pilihan. Memilih remisi berarti siap mengambil jalan sulit demi kesehatan masa depan. Apa pilihan Anda hari ini?
EdukasiRanking Gula
Gula darah tinggi bukan sekadar angka, tapi efek domino metabolisme. Ingin tahu cara menurunkannya? Yuk, pelajari strategi remisi di sini!
EdukasiUsaha Tidur
Tidur adalah kunci metabolisme & remisi diabetes. Tanpa tidur optimal, progress kesehatan bisa terhambat. Yuk, cek kualitas tidur Anda!
EdukasiPotong Daging
Diabetes bisa berisiko amputasi. Jangan lengah meski sudah merasa sehat; terus disiplin gaya hidup sehat agar tetap bisa beraktivitas dengan utuh!